5 Daftar Destinasi Terbaik untuk Liburan Low Season!

Liburan musim panas menjadi salah satu musim high season di mana jumlah wisatawan yang berlibur sedang tinggi. Ya, musim panas menjadi musim favorit para pelancong berwisata. Namun, karena masuk high season, tentu saja biaya liburan saat musim tersebut cukup mahal. Penerbangan mahal, akomodasi juga mahal, tempat wisata yang ingin dikunjungi pun dibanjiri turis. 

Namun, di luar musim tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Berlibur saat low season menjadi pilihan tepat karena biaya yang lebih terkontrol. Memang, cuaca tidak dalam kondisi terbaik, tetapi liburan low season memberikan banyak keuntungan, seperti tiket pesawat yang lebih terjangkau, tarif penginapan yang lebih ramah kantong, dan tempat wisata yang jauh dari keramaian.

Buat Anda yang ingin liburan saat low season, tak perlu bingung mau pilih destinasi kemana. Berikut telah kami daftarkan 5 destinasi terbaik untuk liburan low season!

1. Eropa

Low season di Eropa berlangsung antara bulan November dan Maret. Tentu saja, suhu dan kondisi cuaca akan berbeda di setiap wilayah. Jika Anda berkunjung pada bulan Desember, Anda mungkin akan menghadapi suhu dingin dan salju lebat di Eropa Utara, sedangkan negara-negara Mediterania seperti Yunani justru menawarkan sinar matahari yang cukup banyak dan suhu yang relatif sejuk.

Di mana pun tujuan yang Anda pilih (selain dari resor ski), Anda akan menemukan sedikit keramaian dan harga yang lebih rendah saat bepergian ke Eropa selama bulan-bulan November sampai Maret tersebut. Berikut adalah beberapa kota, negara, dan wilayah yang bisa Anda pilih untuk perjalanan liburan low season di Eropa:

  • Yunani
  • Spanyol
  • Islandia
  • Budapest
  • Praha
  • Malta
  • Lapland Finlandia

2. Asia

Bali (www.pixabay.com)

Asia khususnya Asia Tenggara memiliki musim low season pada bulan Juni hingga Oktober. Pada bulan-bulan tersebut biasanya Asia Tenggara sedang memasuki musim hujan. Namun, seperti yang diketahui, sebagian besar wilayah Asia Tenggara memiliki pola cuaca yang tak dapat diprediksi dan dapat berubah secara drastis.

Selama bulan Juni-Oktober, bisa saja Anda terganggu dengan hujan deras, tapi bisa juga Anda mendapatkan sinar matahari yang cukup tering. Itulah mengapa pada bulan-bulan tersebut, Asia Tenggara memasuki musim low season atau sedikitnya turis.

Untuk Anda yang ingin liburan pada masa low season tersebut di Asia Tenggara, berikut daftar negara yang bisa jadi pilihan:

  • Bali 
  • Bangkok dan Thailand Utara
  • Thai Island (Gulf of Thailand)
  • Thai Island (Andaman Sea)
  • Vietnam
  • Kamboja

3. Japan/China/Taiwan

Waktu terbaik untuk menghindari high season di China, Jepang, dan Taiwan adalah selama bulan-bulan musim dingin yakni dari November sama Maret. Namun, dengan catatan Anda tidak memilih kota ski seperti Harbin dan Hokkaido. Pilihlah Tokyo, Beijing, dan Taipei untuk liburan low season Anda.

4. India dan Srilanka

India (www.unsplash.com)

Untuk Anda yang ingin liburan ke India dan Srilanka saat sedang sepi, pilihlah bulan Mei hingga Agustus/September. Saat bulan tersebut, India dan Srilanka mengalami kondisi cuaca yang berubah-ubah dan wilayah tertentu didominasi oleh curah hujan cukup tinggi pada waktu tertentu. 

5. North America

Harga meroket selama liburan musim dingin dan periode liburan sekolah. Jadi, sebaiknya hindari hari Thanksgiving, Natal, Malam Tahun baru, dan libur musim semi jika Anda tidak ingin berurusan dengan tarif hotel yang melambung dan tempat wisata yang ramai. 

Di Meksiko dan Karibia, periode low season dimulai tak lama setelah Paskah dan berlangsung hingga pertengahan Desember, tepat sebelum musim libur Natal dan Tahun Baru.

Berikut daftar low season di wilayah North America: 

  • Hawaii : April hingga awal Juni dan September hingga pertengahan Desember
  • Kanada : November hingga April
  • Meksiko : Mei hingga pertengahan Desember
  • Karibia : Mei hingga pertengahan Desember